BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Cerita merupakan sarana untuk menyampaikan ide atau pesan melalui
serangkaian penataan yang baik dengan tujuan agar pesan menjadi lebih mudah
diterima dan memnerikan dampak yang lebih luas dan banyak pada sasaran.
Cerita anak berbeda dengan cerita untuk anak. Cerita anak adalah cerita
tentang kehidupan anak dalam keluarga maupun masyarakat. Sedang cerita untuk
anak adalah cerita yang diperuntukkan untuk anak baik yang menyangkut kehidupan
binatang dan lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
Apa saja unsur pembentuk cerita anak dan
klasifikasi dalam cerita anak.
1.3 Tujuan
BAB 2
Pembahasan
A.
Unsur-unsur Pembentuk Cerita
Cerita
untuk anak-anak, lazimnya dapat ditemukan unsur pembentuk yang meliputi
1.
Tema
Tema merupakan
suatu gagasan atau ide yang menjadi pangkal tolak penyusunan cerpen sekaligus
menjadi sasaran cerpen tersebut.
2.
Amanat
Adalah pesan
tertentu yang ingin disampaikan kepada pembaca.
3.
Plot atau alur
Adalah
sambung–sinambungnya peristiwa berdasarkan hokum sebab akibat. Alur tidak hanya
mengemukakan apa yang terjadi tetapi menjelaskan bagaimana hal itu terjadi.
4.
Penokohan
Penokohan
berkaitan dengan bagaimanasifat-sifat tokoh itu digambarkandalam cerita oleh
pengarang.
5.
Latar/setting
Latar tempat
yaitu gambaran tempat atau lokasi terjadinya peristiwa dalam cerita.
Latar waktu
yaitu seluruh rentangan atau jangkauan waktu yang digunakan dalam cerita.
Latar suasana
yaitu suasana keliling saat terjadinya peristiwa yang menjadi pengiring atau
latar belakang kejadian penting.
6.
Pusat pengisahan
Adalah cara
pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita, dari sudut pandang mana
pengarang memandang ceritanya
Ditinjau
dari rangkaian cerita, urutan rangkaian cerita lazimnya berada dalam urutan
·
Perkenalan.
Berisi gambaran tentang siapa pelaku utama
·
Komplikasi.
Berisi hal-hal atau peristiwa yang nantinya berkembang mnjadi permasalahan,
kesulitan, ataupun tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku utama
·
Konflik.
Berisi gambaran peristiwa berkenaan dengan usaha pelaku utama menyelesaikan
masalah
·
Peleraian.
Berisi gambaran tentang peristiwa menuju titik-titik penyelesaian
·
Penyelesaian.
Berisi gambaran tentang akhir cerita pelaku utama yang telah berhasil
menyelesaikan tantangan, tersibaknya suatu misteri atau teka-teki.
B.
Klasifikasi Cerita Anak
Cerita
anak secara umum meliputi
1.
Buku bergambar.
Cullinan mengemukakan bahwa, books that
tell a story through a combination of text and illustration are commonly called
picture books. Ditinjau dari isinya, buku gambar juga banyak diartikan sebagai
buku berisi cerita untuk anak-anak yang digarap melalui pemanfaatan tulisan dan
gambar. Bagi anak-anak, memberikan gambaran tentang sesuatu yang jelas maka
akan membangkitkan pengalaman keindahan secara kreatif.
2.
Cerita rakyat.
Cerita rakyat merupakan the body of
literature atau bangun cerita sastra yang bersifat anonim, diturunkan dari
generasi yang satu ke generasi yang lain secara lisan sehingga akan mengalami
sejumlah variasi meskipun bangun cerita dasarnya tidak berubah. Menurut Jung,
salah seorang ahli bidang psikologi, folklore merupakan cermin kumpulan dunia
bawah sadar yang menggambarkan impian, harapan, fantasi, lamunan ataupun visi
suatu kelompok masyarakat.
Menurut
Nugiantoro (2005) cerita rakyat bisa dibagi-bagi menjadi sejumlah jenis,
meliputi
·
Fabel.
Merupakan cerita dengan pelaku binatang yang didalamnya memuat ajaran tertentu.
·
Dongeng.
Merupakan cerita rakyat yang penyampaiannya lazimnya diawali penggunaan
ungkapan Pada zaman dahulu kala.
·
Legenda.
Merupakan cerita kepahlawanan dari sosok tokoh yang dianggap sakti, suci, atau
melebihi kelebihan tertentu dibandingkan manusia pada umumnya. Meskipun jelas
merupakan cerita imajinatif, karena biasa dihubungkan dengan peristiwa
kesejarahan akhirnya legenda sering dianggap sebagai cerita yang seakan-akan
sungguh terjadi.
·
Mite.
Merupakan cerita yang berkaitan dengan asal usul kehidupan manusia, asal usul
keberadaan suatu tempat yang berhubungan dengan kehidupan dewa-dewi maupun
tokoh yang memiliki hubungan dengan kehidupan kedewaan.
3.
Cerita fantasi dan fiksi ilmiah.
Cerita fantasi merupakan cerita yang menggambarkan pelaku, peristiwa, maupun
latar belakang secara fantastis, dalam arti luar nalar tetapi mampu menekan
ketidakpercayaan pembaca sehingga sesuatu sungguh tidak akan bisa terjadi dalam
kehidupan nyata.
Fiksi sejarah
merupakan cerita yang isinya memanfaatkan peristiwa kesejarahan yang dibaurkan
dengan cerita fiksi. Sementara dalam masyarakat Indonesia terdapat fiksi
sejarah yang batasannya dengan cerita rakyat sulit ditetapkan. Cerita Tutur
Tinular misalnya, memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah. Akan tetapi untuk
menentukan yang mana fiksi dan mana peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi
sulit ditentukan karena antara peristiwa kesejarahan dan yang fiktif telah
mengalami percampuran sehingga pembaca tidak lagi membedakan mana yang sejarah
dan mana yang fiksi.
4.
Fiksi realistik.
Merupakan cerita yang menggambarkan peristiwa dan cerita yang akrab dengan
kehidupan sehari-hari. Cerita tersebut mungkin berkaitan dengan kehidupan
keluarga, perjalanan wisata, maupun peristiwa yang menggambarkan upaya pelaku
yang memecahkan permasalahan yang tidak lazim
5.
Biografi.
Merupakan cerita yang memuat informasi tentang kehidupan seorang secara hidup
dan menarik. Pnulisan biografi yang baik didasarkan pada tingkat pengalaman dan
pengetahuan penulis berkenaan dengan biografi yang ditulisnya. Lebih dari itu
dalam penilaian biografi sebaiknya penulis mendasarkan pada hasil penelitian.
BAB 3
KESIMPULAN
Berdasarkan
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa unsur pembentuk sastra anak berupa prosa
fiksi maupun cerita lazimnya dapat ditemukan unsur pembentuk pembentuk yang
meliputi pelaku, setting atau latar belakang, plot atau rangkaian cerita, tema,
amanat, dan point of view.
Ditinjau dari
rangkaian cerita, urutan rangkaian suatu cerita lazimnya berada dalam urutan;
perkenalan, komplikasi, konflik, peleraian, dan penyelesaian.
Sedangkan
klasifikasi cerita anak secara umum meliputi buku bergambar, cerita rakyat,
fiksi sejarah, fiksi realistik, fiksi ilmiah, dan biografi.
DAFTAR PUSTAKA
§ Suprihadi, 1993. Proses Belajar-Mengajar Dasar-Dasar
Metodologi Pengajaran Umum, Pengembangan. Malang: Penerbit IKIP Malang
§ Nurgiantoro, Burhan. 2005. Sastra
Anak. Yogyakarta: Gajahmada University Press
§ Segers, Rien T. 2000. Evaluasi
Teks Sastra. Alih Bahasa Soeminto A. Sayuti. Yogyakarta: Adicita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar