Selamat datang

Patterned Text Generator at TextSpace.net

Welcome. . . .

Selamat datang di blognya orang cantik. . . . .
Nama asli cewek blesteran ngawi rungkut ini adalah Liyyatun Ni'mah. Anak dari H. Moch. Simun dan Hj. Laila Muchlidah. Kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Tarbiyah dan keguruan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Dia punya kebiasaan nulis dan baca buku. Ngakunya sih… dia ini tipe cewek campuran antara manis, cantik dan imut. Suka yang namanya cecek lodeh dan eseng-eseng rempelo ati. Sifatnya gokil dan suka rame, baik hati dan tidak sombong. Ni anak suka banget yang namanya cireng, pentol dan krupuk. Nyanyi ngawur andalannya. Ngefans banget ma Sule dan fitri tropika. Animasi favoritnya adalah Inuyasha.

So Nyu Shi Dae

So Nyu Shi Dae

Translate

Senin, 22 September 2014

CERITA ANAK: UNSUR PEMBENTUK DAN KLASIFIKASINYA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Cerita merupakan sarana untuk menyampaikan ide atau pesan melalui serangkaian penataan yang baik dengan tujuan agar pesan menjadi lebih mudah diterima dan memnerikan dampak yang lebih luas dan banyak pada sasaran.
Cerita anak berbeda dengan cerita untuk anak. Cerita anak adalah cerita tentang kehidupan anak dalam keluarga maupun masyarakat. Sedang cerita untuk anak adalah cerita yang diperuntukkan untuk anak baik yang menyangkut kehidupan binatang dan lainnya.

1.2  Rumusan Masalah
Apa saja unsur pembentuk cerita anak dan klasifikasi dalam cerita anak.
1.3  Tujuan
Untuk mengetahui unsur-unsur pembentuk cerita anak dan klasifikasi dalam cerita anak.



BAB 2
Pembahasan

   A.   Unsur-unsur Pembentuk Cerita
Cerita untuk anak-anak, lazimnya dapat ditemukan unsur pembentuk yang meliputi
1.      Tema
Tema merupakan suatu gagasan atau ide yang menjadi pangkal tolak penyusunan cerpen sekaligus menjadi sasaran cerpen tersebut.
2.      Amanat
Adalah pesan tertentu yang ingin disampaikan kepada pembaca.
3.      Plot atau alur
Adalah sambung–sinambungnya peristiwa berdasarkan hokum sebab akibat. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi tetapi menjelaskan bagaimana hal itu terjadi.
4.      Penokohan
Penokohan berkaitan dengan bagaimanasifat-sifat tokoh itu digambarkandalam cerita oleh pengarang.
5.      Latar/setting
Latar tempat yaitu gambaran tempat atau lokasi terjadinya peristiwa dalam cerita.
Latar waktu yaitu seluruh rentangan atau jangkauan waktu yang digunakan dalam cerita.
Latar suasana yaitu suasana keliling saat terjadinya peristiwa yang menjadi pengiring atau latar belakang kejadian penting.
6.      Pusat pengisahan
Adalah cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita, dari sudut pandang mana pengarang memandang ceritanya
Ditinjau dari rangkaian cerita, urutan rangkaian cerita lazimnya berada dalam urutan
·         Perkenalan. Berisi gambaran tentang siapa pelaku utama
·         Komplikasi. Berisi hal-hal atau peristiwa yang nantinya berkembang mnjadi permasalahan, kesulitan, ataupun tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku utama
·         Konflik. Berisi gambaran peristiwa berkenaan dengan usaha pelaku utama menyelesaikan masalah
·         Peleraian. Berisi gambaran tentang peristiwa menuju titik-titik penyelesaian
·         Penyelesaian. Berisi gambaran tentang akhir cerita pelaku utama yang telah berhasil menyelesaikan tantangan, tersibaknya suatu misteri atau teka-teki.

   B.   Klasifikasi Cerita Anak
Cerita anak secara umum meliputi
1.      Buku bergambar. Cullinan mengemukakan bahwa, books that tell a story through a combination of text and illustration are commonly called picture books. Ditinjau dari isinya, buku gambar juga banyak diartikan sebagai buku berisi cerita untuk anak-anak yang digarap melalui pemanfaatan tulisan dan gambar. Bagi anak-anak, memberikan gambaran tentang sesuatu yang jelas maka akan membangkitkan pengalaman keindahan secara kreatif.
2.      Cerita rakyat. Cerita rakyat merupakan the body of literature atau bangun cerita sastra yang bersifat anonim, diturunkan dari generasi yang satu ke generasi yang lain secara lisan sehingga akan mengalami sejumlah variasi meskipun bangun cerita dasarnya tidak berubah. Menurut Jung, salah seorang ahli bidang psikologi, folklore merupakan cermin kumpulan dunia bawah sadar yang menggambarkan impian, harapan, fantasi, lamunan ataupun visi suatu kelompok masyarakat.
Menurut Nugiantoro (2005) cerita rakyat bisa dibagi-bagi menjadi sejumlah jenis, meliputi
·         Fabel. Merupakan cerita dengan pelaku binatang yang didalamnya memuat ajaran tertentu.
·         Dongeng. Merupakan cerita rakyat yang penyampaiannya lazimnya diawali penggunaan ungkapan Pada zaman dahulu kala.
·         Legenda. Merupakan cerita kepahlawanan dari sosok tokoh yang dianggap sakti, suci, atau melebihi kelebihan tertentu dibandingkan manusia pada umumnya. Meskipun jelas merupakan cerita imajinatif, karena biasa dihubungkan dengan peristiwa kesejarahan akhirnya legenda sering dianggap sebagai cerita yang seakan-akan sungguh terjadi.
·         Mite. Merupakan cerita yang berkaitan dengan asal usul kehidupan manusia, asal usul keberadaan suatu tempat yang berhubungan dengan kehidupan dewa-dewi maupun tokoh yang memiliki hubungan dengan kehidupan kedewaan.
3.      Cerita fantasi dan fiksi ilmiah. Cerita fantasi merupakan cerita yang menggambarkan pelaku, peristiwa, maupun latar belakang secara fantastis, dalam arti luar nalar tetapi mampu menekan ketidakpercayaan pembaca sehingga sesuatu sungguh tidak akan bisa terjadi dalam kehidupan nyata.
Fiksi sejarah merupakan cerita yang isinya memanfaatkan peristiwa kesejarahan yang dibaurkan dengan cerita fiksi. Sementara dalam masyarakat Indonesia terdapat fiksi sejarah yang batasannya dengan cerita rakyat sulit ditetapkan. Cerita Tutur Tinular misalnya, memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah. Akan tetapi untuk menentukan yang mana fiksi dan mana peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi sulit ditentukan karena antara peristiwa kesejarahan dan yang fiktif telah mengalami percampuran sehingga pembaca tidak lagi membedakan mana yang sejarah dan mana yang fiksi.
4.      Fiksi realistik. Merupakan cerita yang menggambarkan peristiwa dan cerita yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. Cerita tersebut mungkin berkaitan dengan kehidupan keluarga, perjalanan wisata, maupun peristiwa yang menggambarkan upaya pelaku yang memecahkan permasalahan yang tidak lazim
5.      Biografi. Merupakan cerita yang memuat informasi tentang kehidupan seorang secara hidup dan menarik. Pnulisan biografi yang baik didasarkan pada tingkat pengalaman dan pengetahuan penulis berkenaan dengan biografi yang ditulisnya. Lebih dari itu dalam penilaian biografi sebaiknya penulis mendasarkan pada hasil penelitian.




BAB 3
KESIMPULAN

            Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa unsur pembentuk sastra anak berupa prosa fiksi maupun cerita lazimnya dapat ditemukan unsur pembentuk pembentuk yang meliputi pelaku, setting atau latar belakang, plot atau rangkaian cerita, tema, amanat, dan point of view.
            Ditinjau dari rangkaian cerita, urutan rangkaian suatu cerita lazimnya berada dalam urutan; perkenalan, komplikasi, konflik, peleraian, dan penyelesaian.
            Sedangkan klasifikasi cerita anak secara umum meliputi buku bergambar, cerita rakyat, fiksi sejarah, fiksi realistik, fiksi ilmiah, dan biografi.




















DAFTAR PUSTAKA

§  Suprihadi, 1993. Proses Belajar-Mengajar Dasar-Dasar Metodologi Pengajaran Umum, Pengembangan. Malang: Penerbit IKIP Malang
§  Nurgiantoro, Burhan. 2005. Sastra Anak. Yogyakarta: Gajahmada University Press
§  Segers, Rien T. 2000. Evaluasi Teks Sastra. Alih Bahasa Soeminto A. Sayuti. Yogyakarta: Adicita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar